Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Oktober 2008

MAKALAH ILMU SOSIAL TENTANG KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA DI INDONESIA (LEBARAN/IDUL FITRI)

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di dunia, karena dihari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. Di Indonesia lebaran sudah merupakan suatu kebiasaan atau adat, dimana masyarakatnya sibuk menyiapkan semuanya, seperti makanan-makanan hari raya misalnya, ketupat, opor ayam, kue-kue kecil dan lain –lain.
Di hari lebaran masyarakat muslim di Indonesia biasanya melakukan mudik, yaitu orang yang bekerja di luar kota, dan akibat mudik tersebut jalan – jalan di Indonesia macet total. Pada hari lebaran setiap muslim saling bersilaturahmi dan saling maaf-memaafkan kesalahan masing-masing.




Liburan lebaran juga sering dijadikan moment untuk berkumpul dengan keluarga, saudara-saudara, bahkan kerabat jauh. Di hari-hari biasa, biasanya setiap orang sibuk dengan aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang berkumpul dengan keluarga atau kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang special sekali.
Di hari lebaran biasanya bahan-bahan makanan dan sembako harganya melonjak naik, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat tak menghiraukannya lagi, bahkan membelinya lebih banyak dari biasanya.
Melihat kedaan ini, lebaran memang merupakan hari yang special sekali, karena dapat mempengaruhi tatanan hidup masyarakat, khusunya masyarakat Indonesia dari segi agama, segi sosial, dan budaya, serta segi ekonomi, maka dari itu saya tertarik ingin mengetahui lebih jauh tentang lebaran di tinjau dari ketiga segi. Dalam aspek kehidupan masyarakat Indonesia dan apa dampak terhadap lingkungan kehidupan kita semua, dan akan saya dokumentasikan dalam bentuk makalah ini.


BAB II
PEMBAHASAN

A. TINJAUAN AGAMA
Ditinjau dari segi agama jelas lebaran merupakan hari besar agama Islam, setiap muslim di dunia sangat menantikan datangnya hari lebaran. Lebaran merupakan hari kemenangan setiap muslim yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan (kalender Hijriah). Pada bulan Ramadhan setiap muslim di dunia wajib melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh, pada tanggal 1 Syawal barulah umat merayakan hari kemenangan Idul Fitri yang sering kita sebut dengan lebaran.
Di hari lebaran setia muslim melakukan ibadah shalat Idul Fitri di pagi hari, dan setelah itu mereka berkumpul dengan keluarga masing – masing dan biasa sungkem kepada orang yang lebih tua, lalu kepada semua kerabat-kerabat dekat, setelah itu saling bersilaturahmi ke rumah-rumah tetangga dekat dan tetangga jauh, kadang-kadang kepada orang yang bertemu diperjalanan.
Lebaran merupakan hari yang spesial dimana setiap muslim kembali ke fitrahnya, seolah-olah seperti bayi yang baru lahir ke dunia, dan pada malam lebaran setiap muslim wajib membayar zakat paling lambat sebelum shalat Idul Fitri selesai. Zakat berfungsi untuk mensucikan harta dan hati kita, lalu zakat yang diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu atau fakir miskin.
Hari lebaran memang hari yang sangat spesial karena di hari itu. Kita dapat menyambung tali silaturahmi yang mungkin ada yang sudah terputus sekian bulan lamanya. Di dalam Al-Qur'an juga kita diperintahkan supaya kita harus tetap mempererat tali silaturahmi dengan sesama muslim
Lebaran dan agama sangatlah erat kaitannya, bahkan tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lainnya. Lebaran merupakan hari yang istimewa yang diberikan oleh Allah SWT bagi muslim di dunia untuk dapat merenungkan tetang kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya.
Setiap muslim memang wajib mengerjakan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena hal itu sangat berguna bagi kita semua. Supaya kita dapat menahan segala hawa nafsu yang ada dalam pikiran kita dan lebih meningkatkan lagi ibadah kita terhadap Allah SWT, untuk mendapatkan ampunan, serta hidayah dari Allah SWT
Di hari lebaran setiap muslim dapat merenungkan segala kesalahan – kesalahan atau dosa-dosa yang diperbuatnya dan bisa menjadikan dirinya lebih baik di hari –hari kemarin dan di hari yang akan datang bisa mendapatkan hidup yang benar-benar baik.

B. TINJAUAN SOSIAL DAN BUDAYA
Di Indonesia lebaran sudah menjadi kebiasaan dan sudah menjadi adat istiadat, dimana setiap muslim biasanya merayakan dengan sangat antusias, di hari lebaran banyak hal-hal yang jarang di lihat di hari-hari biasa.
Biasanya seminggu sebelum lebaran ruas-ruas jalan di seluruh Indonesia terjebak macet karena dalam lebaran kita akan mengenal budaya mudik atau pulang kampung yang biasanya mudik orang-orang yang bekerja di luar kota.
Di hari lebaran kita juga akan melihat beberapa makanan-makanan khas lebaran misalnya; ketupat, lontong sayur, opor ayam, dll. Bakhan setiap daerah memiliki makanan-makanan khas daerahnya sendiri.
Dari segi sosial lebaran merupakan hari nyang menyatukan setiap orang berbagai kelas sosial, biasanya merka tidak mengenal siapa mereka, mereka tetap saling memaafkan satu sama lainnya, sehingga lingkungan menjadi rukun, aman, dan damai. Tapi ada juga yang kadang yang tak memanfaatkan moment lebaran ini dengan sebaik-baiknya, bisanya mereka mengandalkan imej dan ego mereka sendiri. Sehingga tetap tidak rukun yang sesanya bahkan keluarga mereka sendiri.
Di bulan Ramadhan dan di hari lebaran bisanya anak-anak suka bermain petasan dan kembang api, di pasar-pasar / warung banyak sekali orang berjualan petasan dan kembang api. Padahal petasan di larang oleh pemerintah karena dapat membahayakan keselamatan tapi mungkin karena sudah tradisi, tetap saja banyak orang yang menjual petasan sembunyi-sembunyi, bahkan ada yang secara terang-terangan.
Selain hal tersebut di atas, yang sudah menjadi budaya di hari lebaran adalah memakai baju baru, bisanya anak-anak, tetapi orang dewasa pun tidak mau kalah dengan anak-anak, bisanya orang tua selalu memberikan baju lebaran untuk anak-anak mereka. Katanya sih lebaran tidak meriah tanpa baju lebaran. Budaya ini seakan – akan tidak bisa lepas dari masyarakat Indonesia bisa dilihat banyak pusat-pusat pembelanjaan di kunjungi pembeli.
Budaya lainnya yang kita sering jumpai adalah tradisi salam temple, biasanya anak-anak mengharapkan dari orang tua, saudara-saudaranya yang biasanya sudah bekerja atau biasanya anak yang sudah bekerja memberikan kepada orang tuanya.
Selain itu juga biasanya stasiun-stasiun televisi selalu menayangkan acara-acara yang berhubungan dengan bulan Ramadhan dan lebaran. Hal ini sangatlah baik supaya lebaran tetap pada hakikatnya yaitu hari kemenangan bagi muslim di Indonesia, bahkan di seluruh Indonesia.
Satu hal lagi yang sudah menjadi budaya di hari lebaran yaitu yang berziarah ke kuburan keluarga kita, banyak sekali masyarakat yang datang untuk mendo’akan arwah-arwah kaluarganya, bahkan sekarang di Jakarta khusunya banyak sekali jasa-jasa yang mau mendo’akan atau memimpin do’a, biasanya orang-orang itu dari luar kota yang mengais rejeki yang mendo’akan orang yang meninggal

C. TINJAUAN EKONOMI
Ternyata benar bahwa lebaran sangatlah besar pengaruhya terhadap tatanan kehidupan kita, setelah mengkaji dari dua segi yaitu agama dan sosial budaya, sekarang kita akan mengkaji dari segi ekonomi yang menurut saya sangatlah berkaitan dengan dua segi yang telah kita bahas.
Jelas sekali lebaran memang sangat mempengaruhi segi ekonomi, terutama ekonomi negara kita lebaran tidak lepas dari bahan-bahan pokok seperti makanan-makanan, pakaian-pakain baru, yang jelas-jelas berhubungan erat dengan ekonomi.
Bisanya di bulan Ramadhan sampai lebaran harga-harga bahan pokok melonjak naik, harga BBM bisanya juga naik, minyak tanah, LPG, dll, Ikut naik. Tapi masyarakat tetap membeli yang harus mereka beli, walaupun harga-harga sangat mahal. Hal ini diakibatkan karena kebutuhan-kebutuhan meningkat di hari lebaran ini.
Memang setiap orang tidak mampu membeli kebutuhan – kebutuhan lebaran tetapi mereka tetap menyambut lebaran dengan suka cita walaupun dengan alakadarnya.
Hal ini jelas sekali sangatlah penting dalam lebaran, walaupun hal itu tidak diwajibkan. Dalam segi ekonomi kita membahas hanya seperti ini, karena semuanya sudah kita bahas dalam dua segi sebelumnya yaitu segi agama dan segi sosial budaya. Telah kita ketahui benar bahwa lebaran dalam segi agama, sosial budaya dan segi ekonomi saling berkaitan satu sama lainnya. Sehingga tidak perlu di jelaskan lagi.



BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Lebaran memang adalah hari besar umat Islam di dunia. Setiap muslim sangatlah menanti-nantikannya, karena di hari itu kita dapat meleburkan kesalahan-kesalahan yang sudah kita buat.
Lebaran juga sangatlah berpengaruh terhadap tatanan kehidupan kita karena saling berkaitan satu sama lainnya. Dari segi agama, sosial budaya, ekonomi, sangatlah berhubungan sangat erat, bahkan tidak bisa di pisahkan satu sama lain.
Semakin jelas bahwa lebaran tidak bisa dipisahkan dengan segi apapun karena lebaran adalah hari yang istimewa yang diberikan oleh Allah SWT kepada tiap muslimnya, jadi kita tidak bisa menyia-nyiakan moment besar seperti ini, kita harus antusias merayakannya.



Selengkapnya......

MAKALAH ILMU SOSIAL TENTANG WANITA TUNA SUSILA (WTS)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Masalah wanita Tuna susila ( WTS ) merupakan masalah sosial karena perbuatan tersebut menyimpang dari norma-norma atau nilai-nilai masyarakat. Banyak istilah yang digunakan bentuk menyebut WTS ini seperti pelacur, balon, sundel dan kupu-kupu malam.
Keberadaan masalah WTS ini telah ada sejak jaman dahulu kala hingga sekarang, namun belum ada yang mengetahuisecara pasti kapan muculnya WTS itu.


Konon masalah WTS lahir bersamaan dengan adanya norma perkawinan. Adapun kegiatan WTS adalah melakukan hubungan hubungan seksual dengan laki-laki diluar perkawinan dan berganti-ganti pasangan, serta untuk melakukanya menerima ibalan uang atau bentuk material yang lain: Adapun pengertian WTS menurut Soedjono D. (1977) adalah sebagai berikut :
“ Wanita Tuna Susila atau wanita pelacur adalah wanita yang mejual tubuhnya untuk memuaskan seksual laki – laki siapapun yang menginginkanya, dimana wanita tersebut menerima sejumlah uang atau barang ( umumnya dengan uang dari laki-laki pemakaianya ). ( hal 16 ).

Masalah WTS dinegara khusunya, merupakan masalah yang menghambat lajunya pemembangunan karna dapat merugikan keselamatan, ketentraman jasmani, rohani, maupun sosial. Oleh karena itu kehadiranya di tengah-tangah masyarakat hingga kini banyak mendapat hinaan dan penolakan dari anggota masyarakat.
Banyaknya faktor yang menyebabkan seseorang mejadi WTS, seperti di kemukakan oleh A.S Alam (1984) bahwa.
a. Berasal dari keluarga miskin yang umumya tinggal di daerah terpencil.
b. Berasal dari keluarga pecah (broken home).
c. Telah dicerai oleh suaminya.
d. Pada umumnya tidak mempunyai keahlian tertentu.
e. Melakukan urbanisasi karena menginginkan perbaikan nasib dikota.
Mengingat permasalahan dan dampaknya tesebut, penulis terterik untuk mengangkat masalah Wanita Tuna Susila tersebut.




1.2 Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka masalah penelitian yang akan dirumuskan adalah sebagai berikut :
1) Bagaimana karakteristik WTS
2) Faktor-faktor apakah yang mendorong menjadi WTS.
3) Upaya penanganan yang dapat diberikan terhadap masalah WTS.

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui latar belakang masalah dan akibat –akibat yang ditimbulkannya.
2. Mengetahui potensi dan sumber yang ada untuk dimanfaatkan dalam upaya penanggulangan masalah WTS.
3. Untuk memberikan pemikiran dalam penanganan masalah WTS melalui pembuatan program.

1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode argumentatif yaitu suatu pendapat / gagasan seperti mempelajari buku-buku, tulisan, media cetak dan lain-lain.

1.5 Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Diharapkan mempunyai kegunaan untuk memberikan sumbangan pengembangan konsep-konsep tentang penanggulangan WTS.
2. Dapat memberikan sumbangan positif bagi upaya penanggulangan masalah WTS.

1.6 Sistematika Penelitian
Penelitian ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I : Pendahuluan yang membuat latar belakang masalah, permasalahan, tujuan pemelitian, metode penelitian, kegunaan penelitian, sisematika penelitian.
BAB II : Pembahasan
BAB III : Penutup yang memuat kesimpulan dan saran.
BAB IV : Daftar Pustaka



BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Gambaran Masalah
Masalah WTS selalu ada pada setiap Negara maupun daerah dan merupakan masalah sosial yang sulit untuk dipecahkan. Adanya WTS ditengah masyarakat ini dianggap sebagai permasalahan sosial dan sangat mengganggu masyarakat disekitarnya. Ini karena perbuatan tersebut dilarang oleh agama maupun norma-norma masyarakat yang mana perbuatan tersebut adalah dosa besar.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Johan Suban Tukang (1990) bahwa dunia pelacuran adalah tempat berkembangnya penyakit hubungan kelamin, AIDS, gonohoe, dan sebagainya.
Sementara itu Kartini Kartono dalam bukunya Patologi Sosial (1983) menyebutkan akibat-akibat yang ditimbulkan dari pelacuran yaitu :
1. Menimbulkan penyakit kulit dan kelamin.
2. Merusak sendi-sendi kehidupan keluarga.
3. Dapat menimbulkan disfungsi sosial.
4. Pelacur dijadikan alat untuk mencari nafkah.


2.2 Penanggulangan Masalah
Perlu adanya pelayanan sosial yang tepat dan menyuluh dengan tujuan menolong individu-individu (WTS) untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kefungsian sosial.
1. Jenis Program Pelayanan
Program penanggulangan masalah WTS, meliputi :
a. Program pelatihan kerja sesuai bakat dan minat terdiri dari :
1. Menjahit pakaian
2. Tata boga
3. Kerajinan tangan dan anyaman
b. Konsultasi Psikologis.
c. Pendidikan agama dan akhlak.





BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Wanita tuna susila atau yang kebih dikenal dengan sebutan WTS atau pelacur merupakan salah satu masalah sosial yang keberadaannya sudah sangat lama dan sebagai masalah sosial karena perbuatan ini dianggap melanggar norma-norma masyarakat maupun agama.
Dampak dari WTS yang sangat besar dari masalah WTS ini maka perlu dilakukan upaya penanggulangan masalah WTS melalui program kegiatan meliputi : Program pelatihan kerja, bimbingan dan penyuluhan sosial, konsultasi psikologi dan pendidikan agama dan akhlak.


3.2 Saran
Berdasarkan lingkup masalah dan pelaksanaan program kegiatan agar dapat berhasil dan berdaya guna, maka perlu adanya beberapa saran yang harus dilakukan, yaitu sebagai berikut :
a) Masyarakat dapat menerima WTS yang ada di lingkungannya yang berusaha meninggalkan profesinya dan memberikan kesempatan untuk keberfungsian sosialnya.
b) Pemerintah dan istansi terkait serta (tokoh) masyarakat hendaknya dapat membantu secara aktif dalam upaya penanggulangan masalah WTS, disamping itu juga memberikian bantuan, dorongan baik moril, materil, maupun spiritual.
c) Melaksanakan program-program.











BAB IV
DAFTAR PUSTAKA


Alam. A.S DR. 1984, Pelacuran dan Pemerasan. Bandung : Alumni
Kartono, Kartini. 1992. Patologi Sosial. Bandung : CV Rajawali
Dirdjosisworo, Soedjono. 1997. Pelacuran Ditinjau dari Segi Hukum dan Kenyataan dalam Masyarakat. Bandung : PT Karya Nusantara
http://anakciremai.blogspot.com

Selengkapnya......
Photobucket
Photobucket

  © Modify template 'Special' by Shidiq Grafika 2008

Jump to TOP